Showing posts with label Filosofi. Show all posts
Showing posts with label Filosofi. Show all posts

Saturday, 7 September 2013

Kaum Jin Bersyahadat di Mesjid Jin

Sejarah Nama Mesjid Jin

Di kota Makkah Almukarromah, terdapat sebuah masjid yang bernama Masjid Jin. Masjid yang terletak dari arah Masjidil Haram menuju pemakaman Ma'la itu diberi nama Jin, bukan karena didirikan oleh para jin, melainkan tempat beberapa jin menyatakan beriman dan mengucap kalimat syahadat di hadapan Rasulullah.

Menurut Muslim Nasution dalam buku 'Tapak Sejarah Seputar Makkah Madinah', Masjid Jin juga memiliki disebut sebagai masjid Al Baiah. Penyebabnya, para jin telah membuat baiah (perjanjian) kepada Rasulullah untuk beriman dan menjalankan ajaran Rasulullah.

Selain itu, masjid Jin juga menjadi saksi bisu turunnya wahyu berupa Surat Al Jin. Menurut riwayat, pernah suatu kali Rasulullah bersama para sahabat menjalankan salat subuh di masjid itu.

Dalam salat, Rasulullah membaca beberapa ayat Alquran. Bacaan Rasulullah terdengar oleh serombongan jin yang sedang dalam perjalanan menuju Tihamah. Mereka kemudian berdialog dengan Rasulullah usai salat subuh. Saat itulah, Allah menurunkan wahyu berupa surat Al Jin.

Masjid Jin sendiri berukuran sedang dan tidak dapat menampung banyak jamaah. Kesan angker pun sama sekali tidak ditemukan dari bangunan itu.

Hingga kini, masjid jin tetap berfungsi seperti umumnya masjid. Masyarakat Makkah pun menggunakan masjid itu lazimnya tempat salat biasa.
READ MORE - Kaum Jin Bersyahadat di Mesjid Jin

Tuesday, 9 July 2013

Doa Makan Sahur dan Berbuka Puasa

Sekedar mengingatkan bagi teman-teman yang mungkin lupa doa makan sahur dan doa berbuka puasa, mumpung lagi bulan puasa, mengingatkan juga berpahala. Dan tidak lupa juga saya selaku Admin www.akutulis.com sekiranya ada salah dan kata-kata tak senonoh yang pernah tertulis dalam blog ini mohon dimaafkan ya, hehe.. memaafkan juga berpahala lho...


Doa Makan Sahur
 
نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانَ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ
"Nawaitu saumagadin an'adai fardi syahri ramadhana hadzihisanati lillahita'ala"
 
 
Doa Berbuka Puasa

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
"Allahummalakasumtu wabika aamantu wa'alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrohimin"
 
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa...!!!
 Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT
READ MORE - Doa Makan Sahur dan Berbuka Puasa

Sunday, 7 July 2013

Opini - Romantisme "Tanah Kita Tanah Surga"

oleh : Dr Sjahril Effendy P,Drs, MSi, MA, MPsi, MH
Ketua Prodi Magister
Manajemen PPs-UMSU, Dosen Magister
Psikolog PPs-MMA 
 
foto by Google

Romantisme bahwa “tanah kita tanah surga” tetap akan menjadi mitos tanpa adanya upaya peningkatan daya saing sumber daya manusia yang benar-benar dapat menjadikan “tongkat kayu dan batu jadi tanaman”.
Untuk ini, para meritokrat, masyarakat perguruan tinggi, yang menjunjung tinggi integritas dan keunggulan intelektual perlu terus berinovasi, mencanangkan peningkatan daya saing dengan menghasilkan sumber daya manusia dan karya akademik yang unggul agar mampu bersaing dipasar global (Ilza Mayuni, 2012).

Peran PTN / PTS
​Dari tiga ribu lebih perguruan tinggi di Indonesia (PTN/PTS), dapat dihitung dengan jari yang memiliki akreditasi A ataupun akreditasi unggulan serta berstandar international. Kapasitas institusi dan efektivitas pendidikan merupakan hal penting terhadap model akreditasi perguruan tinggi. Ada dua akreditasi untuk program studi dan institusi, sebagaimana diatur dalam PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Model akreditasi institusi perguruan tinggi meliputi penilaian terhadap eligibilitas, integritas, visi, misi, tujuan dan sasaran. Kemudian governance, sistem pengelolaan, sumber daya manusia, prasarana dan sarana, keuangan, dan sistem informasi.
Standar efektivitas pendidikan adalah tersedianya sejumlah masukan, proses dan suasana yang diperlukan dalam proses pendidikan serta produk kegiatan akademik, dan juga soal kemahasiswaan, kurikulum, sistem pembelajaran, penelitian, publikasi, karya inovatif, pengabdian masyarakat, sistem jaminan mutu, suasana akademik, lulusan dan mutu program studi.
​Di sisi lain PTN/PTS terlena dengan rutinitas membimbing mahasiswa menyelesaikan skripsi, tesis, dan desertasi. Akhirnya lupa berkontribusi dalam industri kreatif untuk mengembangkan berbagai program penelitian untuk melihat potensi keunggulan produk lokal, mencoba mengeksplorasi keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh produsen lokal. Seharusnya kalangan PTN/PTS secara berkelanjutan melakukan kajian ilmiah yang nantinya menjadi output dari keunggulan kompetitif yang dimiliki sumber daya manusia Indonesia.
​Pihak PTN/PTS harus membuat forum ilmiah dan presentasi hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa ataupun dosennya, akan mendatangkan kontribusi terhadap peningkatan keunggulan produk lokal. Dengan memiliki penerbitan jurnal hasil penelitian kompetitif, maka kita dapat mengetahui kekayaan produk lokal yang memiliki keunggulan kompetitif. Kemudian yang perlu menjadi perhatian, unsur komersialisasi harus dijauhkan dari pengelolaan PTN/PTS Indonesia, karena perguruan tinggi harus dikelola sebagai usaha nirlaba (UU. No. 12 Tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi.
​Perguruan tinggi sebagai organisasi memerlukan leadership dan manajemen. Pada dasarnya leadership dan manajemen yang dibutuhkan perguruan tinggi tidak jauh berbeda dengan leadership dan manajemen pada umumnya. Leadership dan manajemen perguruan tinggi difokuskan pada tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan - pengajaran, penelitian (riset) dan pengabdian pada masyarakat.
Dalam rangka mewujudkan tujuan ini, seorang pemimpin harus memiliki skill yang akan membantunya dalam menjalan kegiatan perguruan tinggi. Ada beberapa skill yang harus dimiliki oleh seorang yang memimpin perguruan tinggi, di antaranya : awareness (kesadaran diri), attempting (berusaha), shaping (membentuk), tuning (berubah) dan mastery (menguasai) – (Syahrizal Abbas, 2009).

Memperbaiki Kualitas SDM
​Indeks Pembangunan Manusia Indonesia pada tahun 2011, peringkat Indonesia pada posisi 111 dari 182 negara. Indonesia berada di bawah negara Malaysia, Thailand, dan Filipina. Indeks pembangunan Manusia merupakan cerminan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Manerep Pasaribu (2013), ada beberapa cara yang dilakukan untuk membuat manusia (sebagai aset perusahaan) agar dapat menghasilkan nilai tambah bagi organisasi, maka perlu ditingkatkan kemampuan sumber daya manusia secara terus – menerus dengan belajar sepanjang hidup (the ability to learn continuously throughout life).
Bagi orang yang melakukan hal itu akan selalu ada celah dan ruang untuk terus menerus memekarkan potensi dan merajut keterampilan. Mereka ini adalah komunitas yang profesional (knowledge workers) yang dapat diperoleh lebih cepat melalui implementasi knowledge management dalam organisasi.

Paradigma Kualitas
​Menurut Poter (dalam Claudia dan Mihaela, 2009), nilai produk atau jasa di era globalisasi ini tidak lagi ditentukan oleh bahan baku atau sistem produksi seperti pada era industri, tetapi pada pemanfaatan kreativitas dan inovasi. Produk yang dianggap bernilai adalah produk baru, memiliki ciri khas dan nilai tambah.
Keunggulan inilah yang menjadi isu kritis di Indonesia, yaitu mengubah daya saingnya yang selama ini mengandalkan sumber daya alam yang melimpah (comparative advantage) menjadi produk yang bernilai ekonomis tinggi (competitive advantage).
​Seorang praktisi dalam quality management system, environmental management system, occupational health and safety, Pasti Ay Ginting (2008), menuliskan dalam bukunya World Class Quality Management – Bisnis Yang Bersih Menuju Manajemen Kualitas Kelas Dunia, bahwa paradigma tentang kualitas telah berubah dari waktu ke waktu.
Perubahan ini disebabkan oleh cara pandang para pelaku bisnis yang memengaruhi langsung paradigma dari masyarakat luas yang memberi dampak perubahan yang sangat signifikan dalam manajemen kualitas (quality management) selama kurun waktu dua puluh tahun terakhir ini.
Suatu ketika, kualitas diartikan sebagai memenuhi kepuasan pelanggan karena dapat memenuhi persyaratan serta keinginan dan harapan pelanggan (fit for use).
Namun, dalam era kompetisi global yang sedang terjadi saat ini, maka istilah kualitas telah semakin luas tidak hanya fungsi harga dan ketepatan waktu penyerahan, tetapi juga dihubungkan dengan hal lain seperti : efisiensi, ramah lingkungan, umur produk yang lebih lama dan sebagainya. Pasti Ay Ginting pernah mengatakan kepada penulis : “Quality Never Die”!
sumber : http://www.waspadamedan.com
READ MORE - Opini - Romantisme "Tanah Kita Tanah Surga"

Tuesday, 4 June 2013

Jumlah Minimal Jam Mengajar Guru

Program sertifikasi guru di Sumatera Utara mengalami gangguan. Sudah hampir enam bulan berjalan namun tunjangan profesi guru di Medan tak juga dicairkan. Namun beberapa kabupaten kota yang lain, ada yang sudah mendapat, tapi tidak keseluruhan. Pokoknya pencairan dana sertifikasi sekarang semakin tak karuan. Ada yang dapat, ada yang tidak dapat. Bagi guru yang belum cair sekedar gigit jari bercampur heran, dan terkesan dipermalukan.
Berita berkembang, bagi guru yang tak cair, karena jumlah jam mengajar yang bermasalah. Tapi tak jelas, apakah karena kurang jumlah jam atau melampirkan jam bukan bidang studi yang dipegang guru. Atau ada sebab lain, tak taulah. Pokoknya tak cair. Mereka merasa menerima perlakuan penzaliman.
Kenapa merasa dizalimi? karena sang guru merasa tak salah. Mereka telah berusaha dengan maksimal memenuhi persyaratan yang diminta. Tentang jumlah jam mengajar tak mencukupi 24 jam, sudah diupayakan dengan mencari tambahan dari sekolah lain. Artinya mereka telah memenuhi syarat yang diemban. Namun untuk tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, ternyata dana tak cair.
Penyebab tak cair menjadi fitnah yang bertebaran tak tentu arah. Karena tak pernah disosialisasikan penyebabnya. Sepertinya ini tindakan sepihak oleh sang penguasa. Sang guru sekedar menerima hukuman. Fakta ini memberikan gambaran bahwa dunia pendidikan memberikan pengajaran yang tak dapat digugu dan ditiru.
Seharusnya permasalahan ini dibuat terang benderang, apakah tentang jumlah jam mengajar yang kurang, tentang bidang studi yang diajarkan tak sesuai ijazah atau ada masalah lain yang mengganjal, mohon disosialisasikan, jangan biarkan guru resah.
Menyikapi persoalan ini, sebaiknya dinas pendidikan memberikan solusi yang mendidik. Jangan bertindak menzalimi. Karena jika dicari akar permasalahannya, maka kekurangan jumlah jam mengajar ini bukan kesalahan guru semata. Karena pada dasarnya semua guru mau mengajar 24 jam, tapi yang diberi hanya 12 jam. Hal ini karena jumlah guru pada suatu sekolah sangat banyak, terpaksa jam pelajaran dibagi-bagi.
Lalu, kenapa guru disatu sekolah menumpuk? Sampai disini masalahnya jadi berbau kolusi, karena banyak pihak yang berkepentingan. Mungkin ulah guru malas mengajar di desa atau guru ikut suami ke kota, atau karena permintaan lain. Yang jelas pesanan kolusi ini dianulir pihak dinas pendidikan. Akibatnya, jumlah guru diberbagai kabupaten kota tak sesuai kuota. Intinya permasalahan ini disebabkan karena kurang tegasnya dinas pendidikan.
Jika tidak cairnya dana sertifikasi ini karena tersandung jumlah jam mengajar, maka hendaknya dinas pendidikan lebih berkeadilan. Jangan ada anak kandung, anak tiri. Jangan bersikap bagaikan membelah bambu, sebelah diangkat, yang sebelahlagi dipijak, jangan ada yang dapat dan ada yang tidak. Hal ini dapat menimbulkan kecemburuan sosial, yang berkorelasi terhadap kinerja guru diberbagai kabupaten kota tak sesuai kuota. Intinya permasalahan ini disebabkan karena kurang tegasnya dinas pendidikan.
Melihat berbagai problem tersebut, maka kami berharap kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sumatera Utara, agar dapat menyerap aspirasi guru tersebut. Agar meninjau ulang peraturan jumlah jam mengajar minimal buat setiap guru. Jangan dibebankan 24 jam, tapi tetapkan 16-18 jam saja. Jumlah ini akan lebih sederhana guna mendapatkan sertifikasi tersebut. Karena dana sertifikasi ini sangat membantu kinerja guru dalam pencerdasan anak bangsa. Semoga...
Nada Sukri Pane
Hamparan Perak
READ MORE - Jumlah Minimal Jam Mengajar Guru

Wednesday, 22 May 2013

"Senjata" Dimasa Kebangkitan Nasional

Pesan-pesan yang dilancarkan oleh kaum pergerakan, baik melalui pers maupun partai politik, merupakan "peluru" komunikasi yang menghantam kaum kolonial.

Senjaga adalah sesuatu yang digunakan untuk menyerang dan mempertahankan diri. Demikian menurut Kamus Bahasa Indonesia kengkap yang disusun oleh Daryanto SS. Dalam kaitan senjata ini Presiden Soekarno pernah mengatakan sebagai berikut :
"Dalam perjuangan menantang penjajah menghapuskan imperialis di masa lalu, kita hanya bersenjata partai-partai dan koran-koran (pers). Sekarang telah mendapat kemajuan yang amat tinggi, menghapuskan imperialis dengan alat kekuasaan negara".
Hal ini dikatakan Presiden Soekarno dalam resepsi kongres MPRI (Angkatan Muda Pembangunan RI) di Solo tanggal 11 Januari 1947.

Apapun yang dikemukakan Bung Karno itu merupakan fakta sejarah. Seperti telah dimaklumi berbagai organisasi didirikan dengan tujuan satu tekad mewujudkan Indonesia merdeka. Kegiatan ini dimulai dengan gagasan Dr Wahidin Sudiro Husodo dan pelajar STOVIA mendirikan organisasi Boedi Oetomo. Dua bulan setelah Boedi Oetomo lahir, maka terbentuklah cabang Boedi Oetomo di Medan, dibawah pimpinan dr Pringadi. Boedi Oetomo berhasil merekrut anggota dari berbagai lapisan masyarakat dari kalangan dokter, guru, ahli hukum, wartawan dan pegawai pemerintah. Boedi Oetomo adalah organisasi pertama yang mengkritik perlakuan buruk terhadap kuli kontrak di Perkebunan di Sumatera Timur. Boedi Oetomo menuntut penghapusan "Poenale Sanctie" (Peraturan yang melindungi majikan dalam memaksa kuli-kuli kontrak bekerja) dan juga menuntut perbaikan nasib dan kondisi kuli-kuli di perkebunan Sumatera Timur.

Benih Merdeka
Tahun 1911 berdirilah Sarikat Dagang Islam, setahun kemudian namanya berubah menjadi Sarikat Islam dipimpin oleh tohohnya HOS Cokroaminoto. Tahun 1913 Muhammad Samin mendirikan Sarikat Islam di Medan. Anggotanya intelektual Islam termasuk pedagang dan petani. Sarikat Islam cepat berkembang sampai ke Tapanuli Selatan. Seirama dengan berkembangnya organisasi Sarikat Islam, maka tahun 1916 diterbitkanlah sebuah surat yang diberi nama "Benih Merdeka".

Surat kabar ini diterbitkan Tengku Raja Sabaruddin, sedangkan pemimpin redaksinya Muhammad Samin dan Muhammad Yunus, mereka merupakan pimpinan Syarikat Islam Sumatera Timur. Kaum kolonial sangat alergi dengan kata "Merdeka". Pihak Belanda sangat tidak senang terhadap orang-orang pergerakan yang mengucapkan kata merdeka. Dengan penggunaan nama surat kabar "Benih Merdeka" Belanda tidak bisa berbuat apa-apa, karena itu adalah nama sebuah surat kabar. Langkah yang diambil untuk memberi nama "Benih Merdeka  merupakan satu pukulan bagi Belanda. Apalagi percetakan surat kabar ini diberi nama "Setia Bangsa". Menurut Mohd.Said pemberian nama surat kabar penggunaan kata "Merdeka" untuk pertama kalinya di Sumatera Timur.

Diantara kecaman dan kritikan yang ditujukan terhadap kolonial Belanda yang dimuat oleh harian "Benih Merdeka" adalah mengenai Poenale Sanctie yang lebih jahat dari penyakit pest. Karena pest bisa membunuh tanpa menderita, sedangkan wabah Poenale Sanctie rakyat lama menderita menanggung azab sengsara.

Kritikan lain yang dimuat oleh "Benih Merdeka" ditulis seorang yang memakai nama samaran Van Arde berjudul "Nasibnya Hindia" (Indonesia). Hindia bukan tanah wakaf. Hindia bukan nasi ramas, Hindia bukan rumah komedi. Karena kritikan ini, pemimpin redaksinya diperkarakan, tetapi karena dianggap tidak melanggar ketentuan hukum maka pemimpin redaksinya tidak dapat dituntut (niet vervolgbaar).

Partai politik dan pers merupakan senjata melawan penjajah dimasa kebangkitan nasional. Bentuk perlawanan telah kita ketahui, perlawanan yang dilakukan dengan menggunakan kedua senjata tersebut. Oleh pihak penjajah dianggap membahayakan kerajaan Belanda, mereka ditangkap, diadili, dibuang ke pulau terpencil malah ada yang diasingkan ke tempat yang paling mengerikan yaitu Boven Digul Tanah Merah di Papua.

Perlawanan Parada Harahap
Bicara mengenai senjata pers dan senjata pertai politik yang digunakan oleh kaum pergerakan dimasa kebangkitan nasional, senjata itu bukan hanya digunakan di jawa saja tetapi juga di Sumatera dan daerah lainnya. Di Sumatera umumnya dan di Medan khususnya tampil beberapa pendekar pers yang melakukan perlawanan terhadap kaum kolonial.

Salah seorang diantaranya adalah Parada Harahap yang lahir di kampung Pargarutan Tapanuli Selatan 15 Desember 1899. Pendidikannya hanya duduk di "Sekolah Dua" atau "Government School Twee de Klass". Ketika baru berusia sekitar 15 tahun, dalam tahun 1914, Parada Harahap merantau ke Tanah Deli. Belum masuk ke kota Medan, salah seorang kenalannya menganjurkan agar melamar menjadi leerling Schyrver (calon juru tulis) pada sebuah perkebunan Belanda yang dikenal dengan nama Rubber Culture Mij Amsterdam di Klein Sungai karang dengan mendapat upah F10 (10 Gulden tiap bulan).

Karena Parada Harahap memang cerdas dalam waktu dua bulan telah diangkat menjadi schryver pembantu, pada salah satu Onderneming ilik maskapai tersebut, yaitu Liberia Estate. Parada Harahap seorang pekerja yang tekun, dan daya ingatnya yang sangat batu, menyebabkan kariernya makin lama makin meningkat. Kantor perkebunan tempat dia bekerja juga berlangganan surat kabar berbahasa Belanda "Desumatera Post" melalui surat kabar ini dia belajar dan memperlancar bahasa Belanda. Diperkebunan itu juga beredar surat kabar "Pawerta Deli" melalui surat kabar nasionalis ini. Parada Harahap belajar menulis. Karena dia memang seorang yang berbakar maka dalam waktu yang tidak lama dia telah mampu menulis artikel.

Karier Parada Harahap meningkat dalam masa dua tahun bekerja, ketika dia baru berusia 17 tahun telah memperoleh gaji E100 Gulden, mendapat perumahan dan mendapat pembantu. Sedangkan administratur dan asisten di masa itu baru bergaji E150. Meskipun Parada Harahap mempunyai gaji besar, dan fasilitas yang baik namun dia makin hari makin tidak tahan melihat kuli kontrak diperlakukan dengan cara kejam, baik oleh tuan kebun maupun para pembantunya. Parada Harahap membongkar kekejaman yang disaksikannya di perkebunan. Peristiwa-peristiwa yang tidak berperikemanusiaan itu ditulis di "Pewarta Deli" dan "Benih Merdeka". Poenale Sanctie adalah peraturan yang melindungi majikan, peraturan ini dilawan dengan pena oleh Parada Harahap.

Pada saat itu surat kabar De Soematra Post memberitakan pembacokan dan pembunuhan terhadap asisten perkebunan Belanda karena dihasut oleh Partai Syarikat Islam yang masuk ke tanah Deli pada tahun 1913. Parada Harahap tidak bisa menerima tuduhan tersebut karena apa yang terjadi itu adalah akibat kekejaman yang dilakukan pihak perkebunan sendiri terhadap kuli kontrak. Hal ini makin mendorong Parada Harahap untuk terus menulis dalam harian Benih Merdeka dan Pewarta Deli.

Perhatian Internasional
Setelah tersiar tulisan Parada Harahap mengenai kekejaman Poenale Sanctie, telah menjadi pembahasan bagi surat surat kabar berbahasa Belanda seperti Deli Courant dan De Sumatera Post. Surat kabar ini juga memuat berita mengenai kekejaman Poenale Sanctie dan surat kabar ini juga beredar di negeri Belanda. Kantor berita belanda juga membuat berita-berita kekejaman  Poenale Sanctie, sehingga masyarakat Internasional mengetahui kekejaman itu. Hal ini juga menarik perhatian badan internasional yaitu liga Bangsa Bangsa, yang mengadakan sidang di Jenewa dan meminta agar Poenale Sanctie dicabut.

Pihak perkebunan berusaha mencari siapa yang menulis Poenale Sanctie. Akhirnya diketahui Parada Harahap hingga ia diusir dari perkebunan. Parada Harahap masuk ke Medan dan menjadi redaktur harian Benih Merdeka, kemudian sebagai komisaris Syarikat Islam mengorganisir pemogokan kereta api DSM yang menyebabkan perusahaan mengalami kerugian besar.Parada Harahap kembali ke kampung halamannya Padangsidempuan dan disana menerbitkan Sinar Merdeka. Surat kabar ini menghantam ketidakadilan penjajah. Selama dua tahun memimpin Sinar Merdeka, 12 kali dia diperkarakan masuk dan keluar penjara. Tahun 1922 Parada Harahap hijrah ke Betawi (Jakarta). Karir jurnalistiknya berkembang, dan dia digelar "tokoh pers tiada tara".

Penutup
Melalui uraian yang sangat sederhana ini jelaslah bahwa partai dan koran (pers) merupakan senjata di masa kebangkitan nasional. Orang-orang politik dan orang pers telah banyak berbuat untuk bangsa dan tanah airnya. Tidak sedikit mereka yang ditangkap, dipenjarakan dan dibuang ke tempat yang jauh yang mengerikan di Boven Digul Tanah Merah Papua.

Menurut Adam Malik dalam bukunya Mengabdi Republik beribu-ribu orang politik yang ditangkap karena dianggap membahayakan Kerajaan Belanda. Diperkirakan ada 10.000 kaum politikus yang menemui ajalnya ditempat pembuangan yang sangat menyeramkan itu. Begitupun kaum pergerakan dan politikus tidak pernah kendor semangat terus melawan ketidakadilan dan kekejaman kaum kolonial.

Penulis adalah Veteran Pejuang Kemerdekaan
Gol.B, Wartawan Senior
Pemerhati Sejarah 
READ MORE - "Senjata" Dimasa Kebangkitan Nasional

Tuesday, 21 May 2013

Opini "Teknologi Canggih"

 
Betapa pentingnya ilmu pengetahuan itu dimiliki, dituntut walau sampai ke Negara China. Ilmu ketatanegaraan, pertanian, perobatan, teknologi dan lain-lain sebagainya.

Setelah selesai masa tuntutan, ilmu-ilmu pengetahuan yang sudah dimiliki bawalah pulang keluhur untuk ditumbuh kembangkan. Cipta, ciptakanlah karya-karya dengan onderdil-onderdil yang ada di sana maka terciptalah itu apa yang dikatakan produk kita.

Sesuai dengan perkembangan teknologi canggih, sebagian hasilnya memang canggih dalam pemanfaatan. Disisi lain melorot ke zaman tempo doeloe, merantau dan mencari nafkah ke tempat lain dengan modal kekuatan fisik, karena belum memiliki kekuatan rasio (otak).

Dari internet kita mengetahui kejadian/perkembangan, dari internet pula diketahui didaerah sana kesana mencari pekerjaan, bukannya mengharapkan ilmu-ilmu pengetahuan yang telah dimiliki, sebagaimana mereka. Misalnya Batam, Lampung, Bangka Belitung dan lain sebagainya.

Kita sudah terbiasa mendatangi makanan-makanan lezat yang telah terhidang dan bangsa pula mencicipinya. Seharusnya kitapun harus bisa menciptakan makanan-makanan enak untuk disantap dari menu-menu khasnya, kemudian mempersilakan tamu-tamu yang datang untuk mencicipinya.

"Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia kita semua"
 
Wahai para pemuda-pemudi harapan bangsa, terapkanlah ilmu-ilmu pengetahuan yang sudah dimiliki, dikampung leluhur (kodrat), supaya terciptanya Indonesia kita yang stabil, kemudian kitapun dapat bergerak kemana-mana, dari Sabang hingga Merauke. "Oh Indonesiaku"

Syahruddin
Mantan Atlet Tri Lomba Nasional
READ MORE - Opini "Teknologi Canggih"

Tuesday, 12 March 2013

Kata Bijak Penggal Waktu

Wahai penggal waktu nan indah,
yang dinamaiNya sebagai Subuh,

Damai rasanya hati kami terbangun dalam keheninganmu,
yang adalah masa transisi antara kedamaian meditasi jiwa kami
yang bernama 'tidur' itu,
untuk memulai meditasi dalam kesadaran kehidupan yang nyata
yang kami sebut sebagai 'pengendalian hati.'

Sesungguhnya, tidur kami adalah ibadah,
yang melatih kami untuk secara sadar
mengembalikan kehidupan kepada Tuhan, setiap malam, agar kami menemukan kehidupan esoknya sebagai hadiah yang kami syukuri.

Sesungguhnya, terbangun dan sadarnya kami adalah ibadah, yang melatih kami untuk secara sadar  mengisi kehidupan kami dengan nilai, agar kami menjadi jiwa yang kebaikannya pantas bagi surga yang tersambung antara dunia dan akhirat.

Tuhan kami Yang Maha Penyayang,

Lembutkanlah hati kami, cerdaskanlah pikiran kami, sehatkanlah keseluruhan diri kami,
agar utuh upaya kami untuk mengunduh rezekiMu hari ini, agar utuh kebahagiaan yang bisa kami bangun bagi keluarga dan sesama.

Rahmatilah upaya kami untuk membangun kehidupan yang jujur, damai, saling memuliakan, sejahtera, dan penuh kebahagiaan.

Aamiin 
Mario Teguh
READ MORE - Kata Bijak Penggal Waktu

Wednesday, 6 February 2013

Kamus Bahasa Sidimpuan - Indonesia Sehari-hari

Tidak bisa dipungkiri banyak orang-orang yang sekian lama merantau dari kampung ke kota lupa akan bahasa daerah asalnya baik itu bahasa umum yang digunakan di dalam bermasyarakat maupun tutur sapa di beberapa daerah khususnya tutur/panggilan bagi mereka yang memiliki hubungan darah, contohnya tutur sapa bagi mereka yang berasal dari daerah Tapanuli terutama dari daerah saya Tapanuli Selatan. Maka dari itu pada artikel kali ini saya akan coba membagi kamus bahasa Tapanuli Selatan / Sidimpuan ke Indonesia dan tutur sapa bagi yang sedarah.

Bahasa yang digunakan sehari-hari

Hita=  Kita
Hamu=Kalian
Ho=Anda/Kau
Mulak=Pulang
Inda=Tidak
Olo=Ya
Ulang=Jangan
Kehe=Pergi
Mulak=Pulang
Tarsonggot=Kaget
Maila=Malu
Au=Aku / Saya
Jeges=Cantik
Malungun=Rindu
Margandak=Pacaran
Markusip=Berbisik
Mardongan=Berteman
Marbada=Bertengkar
Marsiajar=Belajar
Martenju=Berkelahi
Mardongan=Berteman
Mardosa=Berdosa
Marlojong=Berlari
Mardalan=Berjalan
Marende=Bernyanyi
Marmayam=Bermain
Maninggal=Meninggal
Mangolu=Hidup
Pangolu=Hidupkan
Pamate=Matikan
Paulak=Pulangkan
Pature=Perbaiki
Paias=Bersihkan
Sidung=Siap
Pasidung=Siapkan
Pataru=Antar / Antarkan 
Martaru=Taruhan
Sega=Rusak
Sudena=Semuanya
Sian=Dari
Tudia=Kemana
Dongan=Teman
Mattak=Berhenti
Manyokkir=Teriak
Alak=Orang

Tutur Sapa / Panggilan Saudara atau Keluarga

Ete / Bujing    =Saudara perempuan dari ibu
Tulang =Saudara Laki-laki dari Ibu
Uda=Adik Laki-laki dari Ayah
Uwak / Tuo'=Saudara Tertua dari Ayah
Nantulang=Istri dari Tulang
Pareban=Jika istri kita bersaudara (kakak adik) aku panggil anda Pareban
Ipar=Jika anda menikah dengan saudara saya atau sebaliknya

Itu saja dulu untuk kali ini, saya akan tambah pada artikel berikutnya, semoga kamus dan tutur ini bisa membantu anda semua khususnya bagi orang Tapanuli Selatan / Sidimpuan yang ada di perantauan sana. Semoga Membantu
READ MORE - Kamus Bahasa Sidimpuan - Indonesia Sehari-hari

Thursday, 3 January 2013

Manusia Tersusun Dari Dua Unsur

“Sesungguhnya alam dapat mencukupi kamu dari segi jasmanimu, dan dia tidak mencukupinya dari segi ketetapan ruhanimu”

Dilihat dari segi biologis, manusia itu tersusun dari dua macam unsur. Kedua macam unsur tersebut yaitu :

1.      Tubuh Kasar (Jasmani)
Tubuh kasar ini selalu bergantung kepada benda-benda alam untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhannya. Dengan tubuh ini manusia dapat bergerak dan merasakan sesuatu.

2.      Roh Halus (rohani)
Unsur ini (roh halus) selalu bergantung dan berhubungan langsung dengan penciptanya (Allah). Karena itu untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhannya, manusia diharuskan untuk banyak mengingat kepada-Nya dan menyingkirkan penyakit-penyakit yang menyerang dan meracuninya, yakni yang berupa hawa nafsu. Dengan adanya roh ini manusia dapat berkehendak, mencintai, membenci, bahagia, susah, senang dan sebagainya.

Menurut berbagai penyelidikan yang dilakukan oleh para sarjana kimia, memang benar bahwa tubuh manusia itu berasal dari tanah. Setelah diuraikan secara kimiawi, unsur-unsur yang terdapat dalam tanah itu sama dengan yang terdapat dalam tubuh manusia. Dalam tubuh manusia tersebut terdapat karbon yang cukup untuk membuat 9000 buah tangku pena, pospor yang cukup untuk membuat 200 tangkai korek api, serta zat-zat lain seperti kapur, besi, garam, air dan sebagainya.

Adapun persoalan mengenai roh, sampai saat ini dan sampai kapanpun juga tak akan ada seorangpun yang dapat mengetahui hakekatnya. Hal ini sebagaimana firman Allah yang tersebut dalam hakekatnya. Sebagaimana firman Allah yang tersebut dalam Al-Qur’an Surat Al-Isro’ ayat 85, yang artinya :
”dan orang-orang itu bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah : roh itu sebagian dari urusan Tuhanku : kamu tidak diberi pengetahuan, melainkan sedikit.”

Sudah jelas, bahwa Allah tidak memberi bekal (ilmu kepada manusia untuk mempelajari hakekat dari pada roh, kecuali hanya sedikit misalnya, manusia hanya dapat mengetahui bahwa karena roh manusia dapat hidup, berfikir, merasa senang, sedih dan sebagainya. Dan apabila di tinggalkannya manusia bisa mati dan tidak ada gerakannya sedikitpun sebagaimana benda-benda mati lainnya.

Oleh sebab itu roh juga, keberadaan manusia menjadi lebih tinggi bila dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya, sehingga segala sesuatu yang diciptakan Allah ini diperuntukkan kepadanya, sekaligus juga manusia diserahi tugas oleh Allah sebagai Kholifah (pemimpin) di muka bumi.

Firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Hijr ayat 28-29, yang artinya :
”Dan ketika Tuhanmu berkata kepada Malaikat : Sesungguhnya Aku menciptakan manusia dari tanah kering, dan tanah hitam yang telah berubah. Apabila aku sempurnakan kejadiannya dan kutiupkan kedalamnya dari pada roh-Ku, lalu meniaraplah mereka sujud kepadaNya (Adam)”

Sementarai itu ada seorang ulama yang mendifinisikan roh seperti berikut :
“roh adalah merupakah zat yang memiliki sifat tersendiri dan berbeda dengan benda-benda lain. Ia berupa jisim nuraniyah (sebangsa nur atau cahaya), amat tinggi kedudukannya dan hidup. Selain itu juga dapat berpisa dan meninggalkan tubuh kasar dan dapat menjalar dalam rongga tubuh laksana mengalirnya air dalam batang pohon yang hijau dan hidup. Roh itu tidak dapat dipisah-pisahkan atau dibagi menjadi beberapa bagian. Kepada tubuh ia memberikan kesan kehidupan dan apa-apa yang berhubungan dengan adanya kehidupan itu selama tubuh masih didiami oleh roh tersebut”.

Sebagaimana telah diketahui bersama, bahwa alam itu terdiri dua macam, yaitu alam nyata dan alam gaib. Alam nyata yaitu alam yang terdiri dari benda-benda, sehingga bisa ditangkap dengan panca indra, bisa diselidiki dan dipelajari dengan menggunakan akal dan ilmu pengetahuan. Sedangkan alam gaib tidak terdiri dari benda-benda sehingga tidak dapat ditangkap dengan panca indra, dan tidak pula bisa diselidiki dan dipelajari dengan menggunakan alat apapun juga.

Karena itu, betapa pun tinggi ilmu yang dimiliki oleh manusia dan betapapun canggih peralatan yang digunakannya, tetap tidak akan mampu menguakkan sedikitpun rahasia dari alam gaib.

Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Anam ayat 59, yang artinya:
“Pada sisi Allah-lah terletak kunci (rahasia) perkara-perkara yang gaib. Tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah.”

Juga dalam Surat An-Naml ayat 65, yang artinya :
“Katakanlah (Hai Muhammad) : tidak ada siapapun di langit dan di bumi yang dapat mengetahui perkara-perkara yang gaib selain Allah, dan mereka tidak tahu kapan mereka akan dibangkitkan.”

Begitu juga dengan para Nabi dan Rasul atau bahkan Malaikat pun tidak ada yang mengetahui rahasia-rahasia mengenai alam gaib, kecuali sekedar yang diwahyukan Allah kepada mereka.
READ MORE - Manusia Tersusun Dari Dua Unsur

Wednesday, 2 January 2013

Pengetahuan Tentang Ilmu Akhirat

Di dunia ini ada bermacam-macam pengetahuan, seperti pengetahuan tentang kesehatan, ekonomi, tekhnik, pertanian, peternakan dan sebagainya yang kesemuanya itu penting untuk kehidupan manusia.

Akan tetapi diantara pengetahuan-pengetahuan tadi masih ada satu lagi ilmu pengetahuan yang paling penting yang harus diketahui oleh manusia, yaitu pengetahuan tentang alam akhirat. Dikatakan paling penting karena kehidupan akhirat itu lebih besar, lebih kekal, lebih utama dan lebih segala-galany apabila dibandingkan dengan kehidupan dunia.

Antara ilmu pengetahuan biasa dengan ilmu pengetahuan akhirat mempunyai beberapa perbedaan yang sangat prinsip. Perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya :
-         Ilmu pengetahuan biasa hanya mengantarkan manusia ke dalam kebahagiaan dan kesenangan hidup yang sementara, sedangkan ilmu pengetahuan akhirat menghantarkan manusia ke dalam kebahagiaan dan kesenangan yang kekal dan abadi.
-       Ilmu pengetahuan biasa mempelajari hal-hal yang sudah terjadi dan sudah jelas fakta-faktanya, sedangkan ilmu pengetahuan akhirat mempelajari tentang hal-hal yang belum terjadi dan belum terbukti kejadiannya.
-  Ilmu pengetahuan biasa bersumber dari penyelidikan atau pengamatan manusia, sedangkan ilmu pengetahuan akhirat bersumber dari kitab suci.

Adalah jelas sekali pengaruhnya orang-orang yang mempelajari ilmu pengetahuan tentang alam akhirat kemudian mempercayai segala macam kejadian atau peristiwa yang terjadi di dalamnya dibandingkan dengan orang yang tidak mau mempelajari apalagi mempercayainya.

Seseorang yang mempercayai kehidupan akhirat, maka segala tingkah laku dan perbuatannya senantiasa ditujukan untuk mencapai kebahagiaan hidup di akhirat itu. Sedangkan bagi orang-orang yang mengingkari akan adanya kehidupan di akhirat, maka yang dipikirkannya adalah kesenangan hidup di dunia saja. Sehingga untuk mencapai kesenangan itu ia tidak segan-segan untuk melanggar larangan-larangan yang telah ditetapkan, asal saja kesenangan yang dikejarnya itu bisa tercapai.

Akan tetapi yang lebih penting dari itu semua, dengan mempercayai dan meyakini akan adanya kehidupan di akhirat itu, maka hendaknya dapat menggugah hati kita untuk lebih bersemangat dalam beramal dan mendekatkan diri kepada_Nya.
READ MORE - Pengetahuan Tentang Ilmu Akhirat

Monday, 31 December 2012

Menuntut Balasan Disetiap Amal Perbuatan

"Bagaimana kamu akan minta upah terhadap suatu amal, padahal Dia (Allah) yang menyedekahkan amal itu. atau bagaimana kamu minta balasan atas suatu keikhlasan, padahal Allah sendiri yang memberi hidangan kehikhlasan itu kepadamu"

Seseorang yang berbuat sesuatu, dimana dengan perbuatannya itu ia dapat memberi keuntungan atau dapat menghindarkan seseorang dari kemadhorotan, maka ia di perbolehkan untuk menuntut upah dari padanya.
Akan tetapi terhadap amal perbuatan yang ditujukan kepada Allah, maka ia sama sekali tidak diperbolehkan untuk menuntut balasan dari padanya. Sebab bagaimanapun besarnya amal yang dilakukan seseorang, hal itu tidak akan dapat mendatangkan manfaat sedikitpun kepada Allah, melainkan akan kembali kepada dirinya sendiri. 

Selain itu, seseorang tidak akan dapat melakukan sesuatu kecuali dengan pertolongan Allah. Lalu dengan demikian apakah masuk akal kalau ia kemudian meminta balasan atau upah dari-Nya? Seseorang yang berakal dan waras otaknya, tentu dengan tegas akan menjawab "tidak". Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat Faathir ayat 15, yang artinya : "Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah, dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi terpuji"

Jadi jelaslah sekarang, bahwa Allah sama sekali tidak membutuhkan amal-amal hambaNya, melainkan hambanya itu sendirilah yang butuh untuk melakukan amal-amal soleh, karena amal-amal soleh itu ibarat santapan rokhani bagi dirinya yang dapat menentramkan hati dan pikirannya dari segala macam kerisauan dunia dan dapat pula menghilangkan kekhawatiran terhadap kesengsaraan hidup di akhirat. 
Selain itu, menuntut upah atau balasan dari amal yang diperbuat adalah menunjukkabn bahwa amal yang dikerjakannya itu tidak disertai dengan rasa ikhlas. Dan suatu amal yang tidak disertai rasa ikhlas di dalamnya, maka tertoloklah amal itu. 

Sehubungan dengan hal ini, Al-Wasithi pernah mengatakan "Menuntut ganti atau upah atas amal ketaatan itu merupakan kelalaian akan karunia Allah".

Juga Abu Abas bin Athoillah pernah mengatakan : "Amal yang lebih dekat kepada murka Allah adalah apabila seseorang melihat dirinya sendiri dari amal perbuatannya. Dan yang lebih berat dari itu adalah menuntut upah (balasan) dari amal yang dikerjakannya itu"

dikutip dari buku Hakekat Ma'rifat, Hal.137-138
Penerbit Bintang Usaha Jaya, Surabaya
READ MORE - Menuntut Balasan Disetiap Amal Perbuatan

Saturday, 29 December 2012

Tanda Orang Berhasil Menuju Allah

"Setengah dari tanda-tanda keberhasilan (ketulusan) pada akhir tujuan adalah kembalinya kepada Allah Yang Maha Luhur pada awal tujuan itu"

Segala sesuatu atau segala akibat itu timbulnya dari sebab atau awalannya. Kalau awalnya baik, maka akibatnya akan baik. Begitu pula kalu sebab atau awalnya buruk, maka akibatnya akan buruk. 

Demikian pula halnya dengan seseorang yang sedang menuai kepada Allah, perjalanannya  tersebut dapat dikatakan berhasil apabila diawali dengan awalan yang baik, misalnya dengan berzikir, beristighfar, dan amalan-amalan lain yang berguna untuk mendekatkan dirinya kepada Allah SWT.

Kita pun sebagai umat yang beriman, haruws pula berusaha untuk menuju kepada-Nya dengan jalan banyak melakukan ibadah dan segala apa yang diperintahkan  Allah melalui rasulNya, sebagaimana yang tersebut dalam Al-Qur'an Surat Al-Fatikhah ayat 5, yang artinya :
"hanya kepada-Mu lah kami menyembah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan"
Dari terjemahan ayat diatas, kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa sebelum meminta pertolongan kepadaNya, kita diharuskan untuk terlebih dulu banyak menyembah dan beribadah kepada-Nya. Dengan cara ini, InsyaAllah segala apa yang kita minta akan dikabulkan.

dikutip dari buku Hakekat Ma'rifat, Hal, 261
penerbit Bitang Usaha Jaya, Surabaya
READ MORE - Tanda Orang Berhasil Menuju Allah

Friday, 28 December 2012

Asal Mula Kemaksiatan dan Ketaatan

Menurut para ahli ma’rifat, bahwasanya asal mula timbulnya kemaksiatan yang dilakukan seseorang itu adalah karena mereka itu berpaling dari Allah dan menurutkan kehendak hawa nafsu. Padahal sebenarnya kalu manusia itu mau berfikir dengan hati dan akal yang sehat niscaya dia akan tahu bahwa nafsu yang tidak terkendali selalu akan menyeret manusia ke dalam jurang kehancuran, kebinasaan dan juga kehinaan.

Namun demikian, tidaklah bijak kalau nafsu itu kita lenyapkan begitu saja. Karena pada dasarnya, nafsu itulah yang mendorong manusia ke arah kemajuan. Dan dalam hal ini nafsu tersebut terbagi menjadi dua macam, yakni :
1.     Nafsu Ammaaroh, yaitu nafsu yang cenderung untuk berbuat keburukan dan kejahatan. Perhatikan firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Yusuf ayat 53, yang artinya:”dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
2.   Nafsu Mutmainnah, yaitu nafsu yang tenang dan dapat dikendalikan, sehingga tidak mempunyai kecenderungan untuk berbuat kejahatan atau kemaksiatan. Perhatikan firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Fajr ayat 27-28, yang artinya: “Wahai jiwa yang tenang lagi diridhoi-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku”.

Adapun nafsu Ammaaroh itu masih dibagi lagi menjadi enam macam, yakni:
1.    Syahwat, yang harus diatasi dengan jalan mengerjakan amalan-amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah
2.       Amarah, yang harus diatasi dengan sifat sabar.
3.       Thama’, yang harus diatasi dengan sifat qona’ah
4.       Takabbur atau sombong, yang harus diatasi dengan sifat tawadhu’
5.       Riya’, yang harus diatasi dengan sifat ikhlas.
6.       Dengki, yang harus diatasi dengan sifat pasrah dalam menerima apa yang sudah menjadi bagiannya.

Keenam sifat buruk yang menjadi cabang dari sifat nafsu amaroh tadi haruslah diperangi dan diatasi dengan cara menanamkan sifat-sifat baik sebagaimana yang tersebut diatas yang sebenarnya merupakan cabang dari nafsu muthmainnah.

Rating: 5
READ MORE - Asal Mula Kemaksiatan dan Ketaatan

Terimalah Ketentuan Allah Dengan Ikhlas

"Tidak meninggalkan kedunguan sedikitpun (sangat bodoh) orang yang menghendaki perubahan di dalam waktu (yang telah ditentukan) menuj kelain waktu yang Allah telah menampakkannya di dalam waktu itu"

Adalah sudah menjadi keyakinan orang-orang mukmin, bahwa Allah adalah Dzat yang mana menentukan segala-galanya di Dunia ini. Kehendak dan irodat-Nya sedikitpun tidak ada dapat menghalangi atau menghubahnya

Perhatikan firman Allah dalam Al-Qur'an surat Ar-Ro'd ayat 8, yang artinya : dan segala sesuatu pada sisi Allah adalah dengan ketentuan taqdir.

Karena itu kita sebagai hamba-Nya, yang tidak mampu sedikitpun menentukan kehidupan kita sendiri. hendaknya berusaha berikhtiar dengan sekuat tenaga dan kemudian dengan rela dan lapang dada menerima hasilnya yang memang sudah merupakan ketentuan Allah. Dan sesungguhnya ketentuan Allah tersebut adalah juga merupakan nikmat yang harus kita syukuri, sebagaimana Rasulullah juga mensyukuri nikmat yang telah diterimanya:

"Ya Allah yang Tuhan kami, jagalah kami agar supaya selalu ingat kepada-Mu, dan tetap bersyukur kepada-Mu, serta jadikanlah kami termasuk orang yang bagus di dalam mengabdi kepada-Mu"

Demikian itulah do'a yang sering diucapkan oleh Rasulullah pada tiap-tiap selesai melaksanakan sholat fardhu untuk mensyukuri nikmat yang telah diterimanya.
Rating: 5
READ MORE - Terimalah Ketentuan Allah Dengan Ikhlas

Thursday, 20 December 2012

Lailatul Qadar (Malam Kemuliaan)

Allah Ta'ala berfirman, yang artinya : "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) saat Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar" (Al-Qadr:1-5)

Allah memberitahukan bahwa dia menurunkan Al-Qur'an pada malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang penuh keberkahan. Allah Ta'ala berfirman : "Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur'an) pada suatu malam yang diberkahi" (Ad-Dukhaan:3).

Dan malam itu berada di bulan Ramadhan, sebagaimana firman Allah : "Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an" (Al-Baqoroh: 185).

Ibnu Abbas radhiallahu 'anhu berkata:
"Allah menurunkan Al-Qur'an Karim keseluruhannya secara sekaligus dari Lauh Mahfuzh ke Baitul 'Izzah (langit pertama) pada malam Lailatul Qadar. Kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW sesuai dengan kontek berbagai peristiwa selama 23 Tahun".

Malam itu dinamakan Lailatul Qadar karena keagungan nilainya dan keutamaannya di sisi Allah Ta'ala. Juga, karena pada saat itu ditentukan ajal, rizki, dan lainnya selama satu tahun, sebagaimana firman Allah: "Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah" (Ad-Dukhaan:4)

Kemudian Allah berfirman mengagungkan kedudukan Lailatul Qadar yang dia khususkan untuk menurunkan Al-Qur'anul Karim: "Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu?" Selanjutnya Allah menjelaskan nilai keutamaan Lailatul Qadar dengan firmanNya: "Lailatul Qadar itu lebih baik dari pada seribu bulan".

Beribadah di malam itu dengan ketaatan, shalat, tilawah, dzikir, do'a dan sebagainya sama dengan beribadah selama seribu bulan di waktu-waktu lain. Seribu bulan sama dengan 83 Tahun 4 Bulan.
Lalu Allah memberitahukan keutamaannya yang lain, juga berkahnya yang melimpah dengan banyaknya malaikat yang turun di malam itu, termasuk Jibril As. Mereka turun dengan membawa semua perkara, kebaikan maupun keburukan yang merupakan ketentuan dan takdir Allah. Mereka turun dengan perintah dari Allah. Selanjutnya, Allah menambahkan keutamaan malam tersebut dengan firmanNya: "Malam itu (penuh) kesejahteraan hingga terbit fajar" (Al-Qadr:5)

Maksudnya, malam itu adalah malam keselamatan dan kebaikan seluruhnya, tak sedikitpun ada kejelekan di dalamnya, sampai terbit fajar. Di malam itu, para malaikat termasuk malaikat Jibril mengucapkan salam kepada orang-orang beriman. dalam satu hadits shahih, Rasulullah Saw menyebutkan keutamaan melakukan qiyamul lail di malam tersebut. Beliau bersabda: "Barang siapa melakukan shalat malam pada saat Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Hadits Muttafaq'Alaih)
Tentang waktunya, Rasulullah Saw bersabda: "Carilah Lailatul Qadar pada (bilangan) ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan" (HR. Al-Bukhari, Muslim dan lainnya)

Yang dimaksud dengan malam-malam ganjil yaitu malam dua puluh satu, dua puluh tiga, dua puluh lima, dua puluh tujuh, dan malam dua puluh sembilan.

Adapun qiyamul lail di dalamnya yaitu menghidupkan malam tersebut dengan shalat Tarawih, sholat Tahajjud, membaca Al-Qur'anul Kamir, dzikir, do'a istighfar dan taubat kepada Allah Ta'ala.

Beberapa pelajara dari surat Al-Qadr:
1.      Keutamaan Al-Qur’anul Karim serta ketinggian nilainya, dan bahwa ia diturunkan pada Lailatur Qadar (malam kemuliaan).
2.      Keutamaan dan keagungan Lailatul Qadar, dan bahwa ia menyamai seribu bulan yang tidak ada Lailatul Qadar di dalamnya.
3.      Anjuran untuk mengisi kesempatan-kesempatan baik seperti malam yang mulia ini dengan berbagai amal shalih.

Rating: 5
READ MORE - Lailatul Qadar (Malam Kemuliaan)

Wednesday, 19 December 2012

Usia Anak Untuk Memulai Berpuasa

Jika dilihat dari pengertian bahasa bahwa kalimat "shibyan" (yang digunakan untuk mengungkapkan fase anak memulai puasa) berasal dari kata shabiyyu bentuk jakamnya shibyan yang berarti yang masih kecil sebelum akil baligh terkadang digunakan untuk menyatakan anak yang belum disapih, namun Majma' lughah lebih memiliki makna as-shabiyyu adalah (an-Nasyi' alladhi yudarrab alal mihnah wal ihtidza') anak yang sudah mulai siap dilatih dengan pekerjaan dan tugas. Definisi ini memberikan pengertian kesiapan menerima tugas dan kesiapan dilatih untuk sebuah pekerjaan.

Pada ulama dalam memandang usia anak cakap puasa berfariasi. Ada yang berpendapat bahwa mulai tujuh dan sepuluh tahun hal itu dianalogikan dengan salat, Imam Ishaq bin Rahuyah memandang usia anak cakap puasa sejak usia dua belas tahun. Berbeda dengan Imam Ahmad yang memandang usia layak dilatih (cakap) puasa bagi anak sejak sepuluh tahun. (lihat Ftahul bari; Ibnu Hajar; 5:103).

Dari aspek bahasa, penggunaan kalimat as-shibyanselalu dipakai untuk menyatakan anak yang masih kecil belum akil baligh atau anak yang sudah mulai akil baligh dan sudah siap menerima tugas-tugas kehidupan. Hal itu sesuai pengertian yang dikemukakan oleh majma' lughah. Isyarat lain yang dikemukakan para ulama yang memberikan kontribusi pendapat dalam aspek ini pada bab-bab fikih selalu mengaitkan dengan qoblal bulugh (akil baligh). Dengan demikian batasan usia anak cakap berpuasa tidak dapat ditentukan dengan nominal angka usia melainkan fase perkembangan usia anak. 

Dan bila kita mengacu pendapat majma' lughah yang memberikan dua ciri sebagaimana diatas dan kita kembalikan kepada paradigma pendidikan yang berlaku maka ciri-ciri tersebut sudah ada pada anak usia SD, dengan demikian usia cakap puasa bagi anak adalah tingkatan sekolah dasar yang dimulai dari usia enam tahun keatas. 

mohon maaf atas salah pengetikan...
Rating: 5
READ MORE - Usia Anak Untuk Memulai Berpuasa

Tuesday, 18 December 2012

Puasa Enam Hari di Bulan Syawal dan Keutamaannya



Abu Ayyub Al-Anshari Radhiallahu ‘anhu meriwayatkan, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, yang artinya :

“barang siapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya  dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun” (HR. Muslim).

Filosofi pahala puasa 6 hari di bulan Syawal setelah puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan sama dengan puasa setahun, karena setiap hasanah (kebaikan) diganjar sepuluh kali lipatnya .

Membiasakan  puasa setelah Ramadhan memiliki banyak manfaat, diantaranya:
1.      Puasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan, merupakan pelengkap dan penyempurna pahala dari puasa setahun penuh
2.      Puasa Syawal dan Sya’bam bagaikan shalat sunnah Rawatib, berfungsi sebagai penyempurna dari kekurangan, karena pada hari kiamat nanti perbuatan-perbuatan fardhu akan disempurnakan (dilengkapi) dengan perbuatan-perbuatan sunnah. Seabgaimana keterangan yang dating dari Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam di berbagai riwayat. Mayoritas puasa fardhu yang dilakukan kaum muslimin memiliki kekurangan dan ketidak sempurnaan, maka hal itu membutuhkan sesuatu yang menutupi dan menyempurnakannya.
3.      Membiasakan puasa setelah Ramadhan menandakan diterimanya puasa Ramadhan, karena apabila Allah Ta’ala menerima amal seorang hamba, pasti Dia menolongnya dalam meningkatkan perbuatan baik setelahnya. Sebagian orang bijak mengatakan: “Pahala amal kebaikan adalah kebaikan yang ada sesuadahnya. Oleh karena itu barang siapa mengerjakan kebaikan kemudian melanjutkannya dengan kebaikan lain, maka hal itu merupakan tanda atas terkabulnya amal pertama. Demikian pula sebaliknya, jika seseorang melakukan suatu kebaikan lalu diikuti dengan yang buruk maka hal itu merupakan tanda tertolaknya amal yang pertama.
4.      Puasa Ramadhan sebagaimana disebutkan di atas dapat mendatangkan maghfirah atas dosa-dosa masa lain. Orang yang berpuasa Ramadhan akan mendapatkan pahalanya pada hari Raya Idul Fitri yang merupakan hari pembagian hadiah, maka membiasakan puasa setelah Idul Fitri merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat ini. Dan sungguh tak ada nikmat yang lebih agung dari pengampunan dosa-dosa.
5.      Dan diantara manfaat puasa enam hari bulan Syawal adalah amal-amal yang dikerjakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya pada bulan Ramdhan tidak terputus dengan berlalunya bulan mulia ini, selama masih hidup.

Sebaiknya orang yang memiliki hutang puasa Ramadhan memulai membayarnya di bulan Syawal, karena hal itu mempercepat proses pembebasan dirinya dari tanggungan hutangnya. Kemudian dilanjutkan dengan enam hari puasa Syawal, mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal. 

Dan perlu di ingat pula bahwa shalat-shalat dan puasa sunnah serta sedekah yang dipergunakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala pada bulan Ramadhan adalah disyari’atkan sepanjang tahun, karena hal itu mengandung berbagai macam manfaat, diantaranya; ia  sebagai pelengkap dari kekurangan yang terdapat pada fardhu, merupakan salah satu faktor yang mendatangkan mahabbah (kecintaan) Allah kepada hamba_Nya, sebab terkabulnya do’a, demikian pula sebagai sebab dihapusnya  dosa dan dilipatgandakannya pahala kebaikan dan ditinggikannya kedudukan.

Hanya kepada Allah tempat memohon pertolongan, shalawat dan salam semoga tercurahkan selalu ke haribaan Nabi, segenap keluarga dan sahabatnya. 


Rating: 5
READ MORE - Puasa Enam Hari di Bulan Syawal dan Keutamaannya