Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Friday, 25 October 2013

Puisi "Aku Bertahan"


kini aku sadar...
betapa cintanya diriku padamu
betapa sayangnya ku padamu

kasihku padamu tak akan pernah luntur
sayangku padamu tak akan pudar
meski cobaan datang silih berganti

betapa sulitnya...
melupakan sesuatu yang begitu indah
sesuatu yang bagku perih menusuk kedalam hati

memang...
sesuatu yang ku inginkan
berbeda dengan kenyataan

namun...
kan ku coba terima semua ini
agar ku bisa setia selalu
READ MORE - Puisi "Aku Bertahan"

Thursday, 19 September 2013

Malam Jum'at...


tindih ketjoep raba,
tindih ketjoep raba,
nafas ritjoeh,
seprei loesoeh!!

tindih ketjoep raba,
tindih ketjoep raba,
basah peloeh,
handoek djaoeh,

tissue habis,
betjek!!
...

>>
Jenis : Puisi
Nama Penulis : R Adam F Natakusumah
No. Handphone : 081213747575
READ MORE - Malam Jum'at...

Puisi Melodrama

Surya bertanya pada Bulan,
"apakah kau rindu aku?",

tapi Bulan diam saja,
mungkin malu, entah apa…

Surya pun mendekat,
lalu berbisik…
"ini Gerhana, mari Bercinta…"

@dam, ~Ciledug, 12'10'93'2003



Sabar hati Bumi membisu,
Pada indahnya Bulan pada gagahnya Surya,

Yang berbagi Hangat dengan Cinta,
Penuh hasrat sekian rindu…

Tetapi Bumi diam saja,
mungkin iri, entah apa…

Surya pun mendekat,
Lalu berbisik merangkul Bumi…
"maaf, ini Gerhana, Dia milik-Ku…".

"…???".>>

Jenis : Puisi
Nama Penulis : R Adam F Natakusumah
No. Handphone : 081213747575
READ MORE - Puisi Melodrama

Puisi Masa Depanku

TUHAN telah lama hidupkan jiwa ku
Napas juwa telah mengalir sedari dulu
Namun impian masih menanti ku berpacu
Untuk berlari mengejar masa depan itu

Tunggu...
Tunggu...
Tunggu...
Dan tunggu...Ku ucap pada sang waktu
Namun ia terus abaikan desah hati ku

Hingga air mata mengucur deras di pipi ku
Beriring janji ku untai di dalam kalbu
Tunggu aku masa depan ku..
Ku akan tiba secepat'nya bersama mu

Walau lelah..
Walau bersimbah darah.
Kan ku hapus kata jerah.
Kan ku terobos barisin masalah.
Hingga di'ujung cita-cita ku berdiri membuka sejarah.
READ MORE - Puisi Masa Depanku

Monday, 9 September 2013

Puisi Cinta "Tentang Perasaan ini"


detik-detik terakir ku memandang mu
air mata membasahi wajah yang terbaring
Bagai cayaha lampu kehabisan minyak
rasa ini tak tersampaikan pada diri mu
andai kamu megerti dengan penyampaian hal itu
Degan segala yang ku lakukan

Ku rasa saat ini engkau dapat mengerti
Bagai mana besarnya perasaan ini
Ku harus bangun untuk menyadarkanmu
bagai mana besar perasaan ini

bagaimana caranya
Engaku tak pernah melihat perasaan ini
Degar kanlah isi hati yang kusampaikan
Ku hanya dapat memandang mu dengan perasaan ini
Senyuman mu yang ku rindu di setiap perasaan ini

Degarkanlah pengakuan hatiku
Karena ku tak ingin perasaan ini tak ada yang memiliki
Degarkan lah perasaan ini
Di detik-detik terakhir.
READ MORE - Puisi Cinta "Tentang Perasaan ini"

Puisi "Perasaan Ini"

. . . . A k u. . . .??
bila mata terpejam sejenak. .
kadang hati berbisik.. .
"apa dia Rasa apa yg ku rasa"

didalam ingatan hanya ternampak
bayang-bayang yang selalu bwat hati Resah. . .

ooh malam. .
bawalah aq dalam mimpi nya
rindu nya Hati pada seraut wajah. .
bak purnama Mengambang...
sejauh mana mata memandang..

ku Hanya mampu tuk bilang. . .
jika aku dapat memutar balik masa,
aq ingn pegang Erat tangan mu
kini...Hany angan yg tinggal. .
READ MORE - Puisi "Perasaan Ini"

Tuesday, 2 July 2013

Aku Tulis Puisi Ini

oleh : Agus Kurniawan
Aku tulis puisi ini
Karena aku resah pada bangsa ini
Bangsa macam apa ini
Segala sesuatu bisa dibeli dengan uang
Semua orang dimana mana
Sibuk menuhankan uang

Aku tulis puisi ini
Karena aku berkeluh kesah
Pada bangsa ini
Semua orang sibuk mencari kekuasaan
Sementara pendidikan masih saja terbengkalai
Rakyat menjadi korban kemunafikan
Yang masih saja pasrah atas segala penindasan

Aku tulis puisi ini
Aku resah kepada saudaraku
Di pinggir jalan sana
Yang hanya bisa menyaksikan
Badut badut serakah bermunculan di layar televisi
Sedangkan kesejahteraan
Masih saja di abaikan

Aku tulis puisi ini
Karena para penegak hukum
Semua kecanduan uang
Palu seorang hakim pun
Terdengar agak sedikit sumbang
Karena satu ketukan palu seorang hakim
Kini berharga ratusan juta

Aku tulis puisi ini
Untuk mereka yang buta akan moral
Saudaraku di luar sana banyak yang kelaparan
Sedangkan para penguasa di negeri ini
Bersenda gurau di atas mimbar
Yang dibicarakan hanyalah janji dan janji

Aku tulis puisi ini
Agar mereka semua sadar
Bahwa bangsa ini bukan milik mereka
Yang punya uang dan kekuasaan
Bangsa ini milik kita bersama
Kita terlahir dari rahim ibu pertiwi
Yang punya dasar negara Pancasila
Bukan berdasar kekuasaan semata
 
READ MORE - Aku Tulis Puisi Ini

Tuesday, 20 November 2012

Puisi Menyambut Pagi

Tulisan : Ahmad Ridoan

aahhhhh.....
terima kasih oh Tuhan..
kami masih diberi kesempatan
setelah menikmati mimpi yang indah
lalu menyambut pagi yang semangat
yang disambut kicau burung
dan kabut embun yang sejuk

pagi yang indah...
ditemani segelas kopi
serta irama musik yang merdu
duduk bersandar
sambil menanti mentari
muncul dengan senyuman
READ MORE - Puisi Menyambut Pagi

Saturday, 17 November 2012

Puisi Kembali Padamu

sendiri aku
termenung hampa
gelap sepi aku membisu
menghadapi nasibku akan takdir-Mu

mungkinkah aku bisa
tuk kembali seperti dulu
seperti pertama
ku terlahir
suci ku tiada ternoda..

atas sgala khilaf ku
pasrahkan sluruh hidupku
sembah sujudku pada-Mu

maafkan semua dosa ini
takkan terulang dihari nanti
ku berjanji pada-Mu Ilahi

kusadari
hidup ini
semua cobaan dari-Mu
ku berjanji pada-Mu ya Allah...


Rating: 5
READ MORE - Puisi Kembali Padamu

Friday, 16 November 2012

Puisi Penantian


Menunggu sebuah harapan
melatih diri kesabaran
walau tak pasti datang

mencoba menerima kenyataan
jujur yang dilakukan
balasan manis yang didapatkan

mungkin akan datang
semua yang ditujukan
walau bukan yang diinginkan

kucoba bertanya
namun aku tak temukan jawaban
kucoba sendiri hadapi kenyataan

ingin kulupakan
namun kuasa aku menahan
ku pasrahkan pada waktu yang terus berjalan

setumpuk harapan
tak ada balasan
percaya akan kejujuran
tuk taklukkan kebohongan
READ MORE - Puisi Penantian

Friday, 26 October 2012

Puisi - Izinkan ku Kenang

Bila aku tak berujung dengan mu
biarkan kisah ini ku kenang selamanya
Tuhan, tolong buang rasa cintaku
jika tak kau izinkan aku bersamanya

Rating: 5
READ MORE - Puisi - Izinkan ku Kenang

Tuesday, 23 October 2012

Puisi Cinta Dari Potongan Lagu

Berikut ini potongan-potongan lagu yang dirangkum menjadi sebuah kata-kata cinta


Engkau hadir dihidupku walau akhirnya kau menutup mata
sulitnya diriku yang tak mampu berpindah lelah mencari cinta lagi
ku ber-angan agar kelak engkau disana mendapatkan cinta
yang lebih tulus dari cinta-cinta yang lainnya untukmu
Potongan lagu dari Flanella - Tiga hari Yang Lalu

tiga hari yang lalu aku menciummu
ciuman pertama dari lubuk hatiku
namun sekarang hanya mengenang 
engkau jauh meninggalkanku
Potongan lagu dari Flanella - Tiga hari Yang Lalu

Jadikan ini perpisahan yang termanis 
yang indah dalam hidupmu sepanjang waktu
semua berakhir tanpa dendam dalam hati, 
maafkan semua salahku yang mungkin menyakitimu 
Potongan lagu Lovarian - Perpisahan Termanis

saat ku melangkah denganmu jauhpun tak terasa
tak ada yang bisa seperti dirimu tetap bertahan denganku
hanya dirimu yang mampu mendengarkan bisikku
terdengar nada meski lirih, kau mengerti apa yang ku ingin
hanya dirimu yang bisa merasakan lelahku
dengan perasaan menunggu, tak lag kuragukan dirimu
Potongan lagu Flanella - Hanya Dirimu

kuyakin kita akan bahagia tanpa harus selalu bersama
tak perlu disesali, tak usah ditangisi
kuyakin ini jalan terbaik walau kita tak lagi berdua
tak perlu disesali, tak usah ditangisi
potongan lagu Seventeen - Jalan Terbaik

dan mungkin bila nanti kita akan bertemu lagi
satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali
rasa yang kutinggal mati seperti hari kemaren saat semua disini
tak usah kau tanyakan lagi simpan untukmu sendiri
semua sesal yang kau cari semua rasa yang kau beri
potongan lagu Peterpan - Mungkin Nanti
 
Rating: 5
READ MORE - Puisi Cinta Dari Potongan Lagu

Thursday, 18 October 2012

Puisi - Maafkan Aku Ayah

Saat aku kecil engkau timang dengan kasih sayang
setelah besar aku berontak tak lihat kasihmu dulu
tubuh kurus keringmu yang sekarang adalah untuk hidupku
mencari sesuap nasi untuk diriku kau tak pernah mengeluh

kenapa aku ini?
materi membuatku lupa siapa yang membesarkanku
materi membuatku lupa darimana asalku

seorang ayah yang dulu kekar selalu disampingku
yang menuntunku bagai sungai yang mengalir kelaut
yang mendidikku dari kecil hinga aku terpandang

Ayah... di dunia ini tidak ada yang seperti dirimu
Ayah... di dunia ini engkaulah matahariku
Ayah... maafkan anakmu

Rating: 5
READ MORE - Puisi - Maafkan Aku Ayah

Monday, 15 October 2012

Puisi - Gerimis (by Ahmad Ridoan)

Berlahan datang
dan membuatku terkesan
dibalik jendela kaca pandangku berkabut
dari sebuah tatapan

anak kecil berlari girang
daun-daun bernyanyi riang
mengangkat kedua tangan
seakan menangkapmu gembira

Gerimis...
bisingmu saat turun
membawaku turut melamun

Gerimis...
Sungguh Indah engkau dicipta-Nya
READ MORE - Puisi - Gerimis (by Ahmad Ridoan)